23 Mar 2011

Mundur, Opsi Terakhir Bagi Presiden Yaman

ImagePresiden Yaman, Ali Abdullah Saleh yang saat ini posisinya sangat terjepit akibat meluasnya aksi demo anti pemerintah oleh rakyat rupanya masih tetap bersikeras untuk mempertahankan kekuasaannya. Dikatator Yaman ini tak segan-segan menggunakan berbagai cara untuk meredam aksi demo rakyat.


Baru-baru ini Abdullah Saleh menyatakan kesiapannya untuk meletakkan jabatannya akhir tahun ini. Statemen presiden Yaman ini dirilis di saat aksi demo warga terus berlanjut dan rakyat menuntut pengunduran diri Saleh serta proses pengadilan bagi diktator Yaman ini. Sejumlah pengamat menilai pernyataan Saleh ini sebagai kakalahannya tarhadap tuntutan rakyat dan ketidakmampuannya dalam menghadapi aksi demo anti pemerintah.


Sebelumnya Saleh menolak usulan sejumlah kubu oposisi untuk meletakkan jabatan hingga akhir tahun ini, namun sepertinya ia mempertimbangkan untuk mundur secara terhormat setelah menyaksikan aksi protes semakin meluas. Sementara itu, sejumlah pemberitaan menyebutkan rencana Saleh untuk secepatnya mundur dan melarikan diri ke Arab Saudi guna mencari suaka politik. Menurut sumber ini, Saleh terpaksa mempertimbangkan opsi ini setelah cepatnya transformasi dan reformasi di Yaman. Belum lagi maraknya aksi pengunduran diri mitra-mitranya di kubu berkuasa serta bergabungnya para petinggi militer ke rakyat.


Saleh seperti para diktator dunia lainnya yang hampir jatuh tetap menunjukkan bahwa setelah ia lengser maka akan terjadi perang saudara di Yaman. Hal ini ia tujukan untuk menakut-nakuti rakyat sehingga mereka bersedia menghentikan aksi demonya. Namun kian meningkatnya aksi demo rakyat menentang kekuasaan Saleh menunjukkan detik-detik lengsernya diktator Yaman ini semakin dekat. Selain itu, seluruh upaya yang ditempuhnya untuk meredam kemarahan rakyat ternyata gagal total.


Statemen ketua dewan ulama Yaman menunjukkan suara rakyat yang menuntut pengunduran diri Saleh. Abdul Majid al-Zindani, ketua dewan ulama Yaman meminta Presiden Yaman menghormati tuntutan rakyat dan secepatnya meletakkan kedudukannya. Ia mengatakan,"Apakah dalam kondisi seperti ini di mana rakyat meminta anda untuk mundur dan sejumlah anggota kubu berkuasa serta pemerintahan anda juga ramai-ramia mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas situasi saat ini, sudah waktunya anda meletakkan jabatan guna mengakhiri krisis ini ?"


Dalam lanjutan statemennya, Abdul Majid al-Zindani meminta militer Yaman bergabung dengan rakyat. Patut dicatat, al-Zindani permulaan Maret ini secara transparan mendukung revolusi rakyat dan menyebut aksi ini sebagai jihad melawan pemerintah zalim. (irib)