Sekelompok orang bersenjata menyerbu dan menjarah kantor Al Jazeera Sana'a di Yaman, pada pagi hari Selasa ini (23/3), menurut seorang koresponden nasional di ibukota Yaman.
Reporter Al Jazeera di Sana'a, Ahmad Syalafi mengatakan bahwa sekelompok pria bersenjata dengan mengenakan topeng menyerbu kantor Al Jazeera serta dengan paksa masuk ke dalam kantor dan menjarah beberapa peralatan yang ada di kantor.
Syalafi menegaskan bahwa proses aksi penjarahan sekelompok orang bersenjata tersebut berada di depan mata patroli polisi Yaman yang berjaga di gedung kantor tersebut.
Sebelumnya, pihak berwenang Yaman Jumat pekan lalu secara paksa mendeportasi dua koresponden untuk jaringan Al Jazeera yang dikirim ke Yaman, dalam sebuah langkah menyusul terjadinya aksi paling brutal aparat keamanan Yaman melawan aksi protes anti pemerintah yang dimulai di negara ini bulan lalu, yang menyebabkan tewasnya puluhan demonstran.
Aparat keamanan menyeret wartawan Al Jazeera Sadah dan Ahma Zidane ke bandara Sanaa, dan menempatkan mereka dalam penerbangan ke Kairo, yang dari sana menuju ke Doha. Pendeportasian ini bertepatan dengan meningkatnya eskalasi kekerasan terhadap para demonstran, menyebabkan kematian lebih dari 50 pengunjuk rasa di alun-alun perubahan di depan Universitas Sana'a.
Rezim Yaman menganggap stasiun berita Al Jazeera telah sengaja menyudutkan dan menginformasikan hal-hal negatif rezim, dan lebih berpihak kepada demonstran seperti pemberitaan mereka sewaktu revolusi Tunisia dan Mesir.(EMcom)