7 May 2013

Terroris Suriah Gunakan Senjata Kimia

suriahPenyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah hak asasi manusia, Carla del Ponte, menyatakan pemberontak Suriah telah menggunakan senyawa kimia mematikan untuk melawan rezim pemerintahan Presiden Suriah Basyar al-Assad. Kesimpulan ini didapat setelah mengumpulkan bukti dari para korban dan dokter.

"Menurut kesaksian yang kami kumpulkan, para pemberontak telah menggunakan senjata kimia dengan memanfaatkan gas sarin," kata Carla del Ponte, seperti dilansir situs asiaone.com, Senin (6/5).

Dia mengatakan meskipun pihaknya masih belum menemukan bukti tidak terbantahkan, namun dia menyebut sangat kuat kecurigaan gas sarin memang telah digunakan.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kecurigaan dari dunia Barat bahwa rezim Assad telah menggunakan senjata kimia dalam konflik sudah berlangsung 26 bulan itu, serta serangan militer Israel ke Ibu Kota Damaskus akhir pekan kemarin.

"Sejauh komisi PBB memiliki kemampuan untuk menentukan, maka kami menyatakan gas sarin telah digunakan oleh pihak ppemberontak bukan oleh pemerintah," ujar Carla saat diwawancarai dengan radio Swiss RSI. "Hal ini tidak mengherankan sebab pihak pemberontak telah disusupi asing."

Namun, dia mengatakan bahwa penyelidikan masih belum selesai. Dia juga menambahkan pihaknya tidak mengecualikan adanya penggunaan senjata kimia oleh pemerintah.

Carla merupakan mantan jaksa penuntut untuk masalah kejahatan perang dan anggota komisi PBB untuk penyelidikan di Suriah.

Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah sudah sangat berbahaya. Namun, Obama menekankan agar semuanya dilakukan berdasarkan bukti lebih lanjut sebelum mengambil tindakan.

Komisi penyelidikan ini akan kembali melaporkan temuan mereka terkait situasi di Suriah pada akhir Mei mendatang dan akan menyajikan temuan mereka kepada dewan hak asasi manusia PBB di persidangan berikutnya pada Juni mendatang.

Senyawa kimia sarin merupakan sebuah zat beracun yang beraksi dalam sel saraf. Sarin dikembangkan oleh para ilmuwan Nazi pada 1930-an.

Artikel Terkait

- Reviewer: blazznue - ItemReviewed: Terroris Suriah Gunakan Senjata Kimia Deskripsi: Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah hak asasi manusia, Carla del Ponte, menyatakan pemberontak Suriah telah menggunaka... Rating: 4.5
◄ Newer Post Older Post ►