Para tahanan penjara-penjara Mesir yang sengaja dilepaskan oleh pemerintahan untuk bubarkan demontran anti Mubarak merasa telah ditipu, mereka sebelumya dijanjikan oleh pejabat jika bersedia tumpas demontan, mulai membeberkan fakta di balik pelarian diri mereka.
Kantor berita Mehr mengutip laporan televisi Aljazeera menyebutkan, di hari ke-14 demonstrasi menentang rezim Mubarak. Para tahanan dan preman pun ikut memprotes rezim Mubarak.
Habib al-Adili, mantan menteri dalam negeri Mesir, telah diserahkan kepada jaksa penuntut umum dengan tuduhan terlibat dalam ledakan di gereja al-Qiddisain.
Aljazeera juga mengutip keterangan para tahanan yang melarikan diri dari penjara bahwa "para sipir penjara membuka pintu-pintu sel dan mengatakan kepada para tahanan agar mereka keluar menuju jalan dan gang-gang untuk merusak dan menyulut keonaran."
Sumber tersebut juga menyebutkan protes para preman bayaran pro-Mubarak karena mereka merasa ditipu. Mereka sebelumnya dijanjikan akan diberi rumah gratis oleh para pejabat jika bersedia menumpas demonstrasi. Kini mereka balik memprotes rezim Mubarak karena janji-janji itu ternyata bohong belaka.
(IRIB/MZ)