8 Feb 2011

Kerja Sama Perompak - Pemerintah Somalia Didukung Barat

ImageSeorang Komandan Kapal Perang Kanada Mengklaim adanya bukti bahwa Perompak atau bajak laut Somalia mengadakan kerja sama dengan pemerihan transisi yang di dukung barat, hal ini terungkap dari temuan sebuah kawat departemen Luar Negeri AS yang bocor.


Dokumen yang dirilis situs WikiLeaks pada akhir pekan itu menceritakan apa yang dikatakan oleh komandan kapal perang Kanada kepada para diplomat di London setelah ia bekerja di sebuah kapal pengirim bantuan makanan di lepas pantai di Tanduk Afrika.


Kapten Angkatan Laut Chris Dickinson disebut-sebut telah memperingatkan para pejabat bahwa garis batas yang memisahkan antara pemerintah, perompak, dan teroris di Somalia sudah tidak jelas.


"Komandan kapal menyebut ada bukti nyata kolusi antara pemerintahan federal transisi Somalia (TFG) dengan para perompak di perairan Somalia," demikian isi kawat tertanggal November 2008 tersebut.


Pernyataan itu penting karena menunjukkan bahwa para pakar diam-diam merasa putus asa terhadap TFG, sebuah koalisi longgar beranggotakan para pemimpin Somalia yang menjalankan pemerintahan yang hanya nama saja, bahkan saat para pemimpin Barat mengambil sejumlah tindakan untuk membantu pemerintahan itu sebagai harapan terakhir negara tersebut.


Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, TFG telah kehilangan kekuatannya yang terbilang kecil itu kepada al-Shabab, sebuah gerakan yang membanjiri negara tersebut dengan cara yang serupa dengan Taliban Afghanistan pada dekade 1990-an.


Seorang pakar AS yang berbasis di Afrika dalam wawancara pada hari Minggu mengatakan bahwa kawat yang baru itu mengungkapkan hal baru dan signifikan.


"Pastinya (kawat) itu mengandung kredibilitas," kata Peter Pham dari Komite Nasional Kebijakan Luar Negeri Amerika, sebuah lembaga think tank yang berada di New York.


Ia mengatakan bahwa para perompak Somalia telah sejak lama diketahui memberikan sebagian keuntungan mereka kepada para pejabat pemerintah dan pemberontak. "Banyak orang yang mengatakan bahwa tanpa TFG rakyat tidak akan punya apa pun," kata Pham. "Menurut saya, mereka memang tidak punya apa-apa, dan tak ada artinya tak ada."


Dalam aksi militer yang diberi nama Operasi Altair, kapal-kapal Kanada membantu militer AS berpatroli di perairan lepas pantai untuk melindungi pengiriman bantuan makanan dari perompak Somalia.


Tujuannya adalah melindungi kapal-kapal World Food Program (WFP) PBB yang berlayar dari Mombassa, Kenya, ke Mogadishu. Kapal-kapal out membantu memberi makan jutaan rakyat Somalia yang kelaparan.


Pada musim gugur 2008, kapal HMCS Ville de Quebec dipimpin oleh Kapten Dickinson yang membrifing para diplomat Kanada di London. Mereka kemudian ganti membrifing para diplomat AS di kapal itu berdasar apa yang mereka dengar dari Dickinson.


"Dickinson mengatakan kepada para staf Komisi Tinggi Kanada bahwa ada bukti jelas kolusi antara TFG dengan para perompak," demikian dinyatakan dalam kawat tersebut.


Kawat itu menambahkan, "Dickinson juga mengatakan ada hubungan yang jelas antara perompak dengan jaringan teroris. Dalam banyak kasus ada orang-orang yang sama yang menempuh rute-rute yang sama. Sebagian besar operator komersial maritim di kawasan itu terkejut karena komunitas internasional tidak berbuat lebih untuk mengacaukan hubungan itu."


Kawat Departemen Luar Negeri itu menyatakan bahwa Kanada menyimpan sebagian data intelijen dari Amerika Serikat. "Mereka tidak memberikan rincian hubungan antara perompak, TFG, dan jaringan teroris dan mengatakan bahaw informasi itu rahasia dan hanya untuk Kanada."


 


suaramedia