13 Mar 2012

Perang Dingin AS vs China

Laporan baru Kongres Amerika Serikat terkait keamanan dunia maya, menyebutkan bahwa kemampuan cyber Cina telah menjadi bahaya serius bagi militer Amerika jika mereka terlibat konflik. Komisi Peninjau Keamanan dan Ekonomi AS-Cina melaporkan bahwa operasi jaringan komputer menjadi dasar bagi pengembangan strategi militer dan nasional Cina selama dekade terakhir.

Laporan yang disusun oleh para pakar Northrop Grumman Corp (NOC.N) menyatakan, perusahaan-perusahaan komersial Cina, yang didukung oleh mitra asing, memberikan akses kepada militer untuk riset mutakhir dan teknologi. Dari segi militer, kemampuan Cina dalam operasi cyber cukup maju untuk menciptakan masalah serius terhadap operasi militer Amerika.

Komisi tersebut menilai peningkatan kemampuan Cina dalam perang cyber sebagai ancaman terbesar bagi keamanan AS. Menurut mereka, militer Cina memberi perhatian khusus pada perang informasi dan cyber di dunia maya. Cina secara keseluruhan mampu memproduksi perangkat keras komputer dan alat-alat telekomunikasi canggih.

Komisi Peninjau Keamanan dan Ekonomi AS-Cina memfokuskan penelitiannya pada tiga isu penting yaitu, pertahanan, serangan, dan kontrol terhadap instrumen-instrumen pihak musuh. Mereka menyoroti upaya para pakar Cina dalam mempersingkat waktu untuk mencuri informasi dan memanfaatkannya jika terlibat konflik keamanan dan bahkan kompetisi bisnis dan ekonomi. Sejumlah pengamat menilai kemajuan Beijing di dunia maya sebagai faktor meningkatnya kekhawatiran Washington terkait perang cyber.

Di pihak lain, Washington dalam beberapa tahun terakhir juga tidak lalai untuk melestarikan dan memperkuat hegemoninya dalam aktivitas jaringan cyber. Para pembuat kebijakan politik-pertahanan AS memahami pergeseran medan perang dari metode konvensional ke perang modern. Oleh karena itu, Washington membentuk Komando Cyber, USCYBERCOM yang berada di bawah Komando Strategis AS.



Komando itu terletak di Fort Meade, Maryland dan dipimpin oleh Jenderal Keith B. Alexander. USCYBERCOM bertugas untuk melancarkan operasi dunia maya, mengatur sumber daya dunia maya, mensinkronisasikan pertahanan jaringan militer AS, mengarahkan operasi dan pertahanan, dan mempersiapkan diri untuk melakukan operasi militer di semua spektrum dunia maya.

Pada Juli 2011, Wakil Menteri Pertahanan AS William Lynn mengumumkan dalam sebuah konferensi bahwa AS memiliki Komando Cyber dan mengadopsi strategi defensif.

Anggaran tahunan Komando Cyber AS mendekati 120 hingga 150 juta dolar dan memiliki lebih dari seribu tenaga ahli untuk mengontrol staf operasi cyber di tiga angkatan perang negara itu. USCYBERCOM telah menjadi pusat operasi defensif dan ofensif cyber terbesar di dunia.

Meskipun dokumen strategi baru militer AS tidak melihat Cina sebagai musuhnya, tapi jelas bahwa AS mempersiapkan angkatan bersenjatanya untuk mencegah Cina atau bahkan berhadap-hadapan dengan mereka jika diperlukan. Strategi baru pertahanan AS yang diumumkan oleh Presiden Barack Obama, menekankan pentingnya mempertahankan keunggulan militer dan menjamin kepemimpinan dunia.

Artikel Terkait

- Reviewer: Asih - ItemReviewed: Perang Dingin AS vs China Deskripsi: Laporan baru Kongres Amerika Serikat terkait keamanan dunia maya, menyebutkan bahwa kemampuan cyber Cina telah menjadi bahaya serius bagi mi... Rating: 4.5
◄ Newer Post Older Post ►