21 Mar 2011

Abdullah Saleh Bubarkan Pemerintahan Yaman

Image


Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, Ahad malam (20/3/2011), membubarkan pemerintahannya saat menghadapi demonstrasi yang menuntut pengunduran dirinya. Presiden Abdullah Saleh yang sudah berkuasa selama 32 tahun, sengaja melakukan hal itu supaya dirinya tidak dilengserkan. Selain itu, diktator Abdullah Saleh berharap langkah itu dapat menghentikan aksi protes masyarakat yang sudah menelan ratusan korban tewas dan ribuan korban cidera.


Kantor Berita Resmi Yaman, SABA, melaporkan Abdullah Saleh Ahad malam (20/3) membubarkan pemerintahnya dan memerintahkan pembentukan pemerintah baru untuk meningkatkan urusan negara.


Seluruh penjuru Yaman dalam sebulan terakhir ini dikejutkan dengan berbagai aksi unjuk rasa yang menuntut lengsernya Ali Abdullah Saleh yang sudah berkuasa di negara ini sejak 32 tahun lalu. Masyarakat Yaman juga menuntut demokrasi, kebebasan dan reformasi di negara mereka.


Hari Jumat (18 /3), minimal 50 warga tewas dalam aksi unjuk rasa anti-rezim Saleh. Pada hari itu, rezim Ali Abdullah Saleh mengerahkan sniper-sniper yang menargetkan warga sipil dari atas-atap bangunan. Jumat lalu, pasukan keamanan rezim Abdullah Saleh juga menembaki para pengunjuk rasa dekat Universitas Sanaa secara brutal. Insiden terjadi setelah warga menunaikan shalat Jumat ketika warga bergerak menuju bundaran utama pusat demonstrasi.


Menurut data yang ada, ratusan warga tewas dan ribuan lainnya terluka menyusul aksi unjuk rasa yang merata di seluruh Yaman sejak bulan Januari lalu.


Sekitar 40 persen penduduk Yaman hidup miskin dengan pendapatan di bawah dua dolar perhari, dan sepertiga penduduk menderita kelaparan kronis. Tren unjuk rasa di Timur Tengah telah mengancam rezim-rezim diktator di kawasan. Masyarakat benar-benar merasa terhina dengan kebijkan-kebijakan rezim yang selalu mengabaikan aspirasi rakyat. (ir)