21 Jun 2010

Obama Ingkari Janji, Terkait Penarikan Militer dari Afganistan

ImageWASHINGTON – AS mengatakan tidak akan menarik pasukannya besar-besaran dari Afghanistan pada bulan Juli 2011, bertentangan dengan janji yang sebelumnya dilontarkan oleh Presiden Barack Obama.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita FoxNews pada hari Minggu (20/6), Menteri Pertahanan AS Robert Gates menepis pernyataan bahwa Washington akan, sesuai dengan ketetapan tenggat waktu dari Obama, memulai penarikan pasukan yang cukup signifikan di bulan Juli 2011.


"Itu belum diputuskan," ujar Gates.


Dia juga menekankan bahwa keputusan apa pun akan dibuat berdasarkan situasi di Afghanistan.


Pernyataan serupa telah diucapkan oleh Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel, yang mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita ABC bahwa ukuran pengurangan akan bergantung pada kondisi di lapangan.


"Semua orang tahu adanya tenggat waktu. Dan tenggat waktu itu adalah tanggal yang berkenaan dengan pasukan yang merupakan bagian dari 30,000 tentara tambahan," ujarnya.


"Apa yang akan ditentukan pada tanggal itu atau menjelang tanggal itu adalah skala dan lingkup pengurangan."


Komentar itu datang di saat pasukan pimpinan AS bergulat dengan meningkatnya militansi di Afghanistan ketika gelombang kekerasan memakan lebih banyak korban dari pasukan mereka.


Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan minggu lalu bahwa dalam menetapkan tenggat waktu untuk pergerakan itu, pesan Obama adalah "salah satu hal yang mendesak, bukan karena Juli 2011 adalah saat kita berlomba untuk keluar."


Petraeus mengatakan bahwa dirinya berkewajiban untuk merekomendasikan penundaan pengiriman ulang pasukan jika menurutnya itu diperlukan.


Awal bulan Juni, setelah sebuah pertemuan di Brussels, Gates mengatakan bahwa Washington telah meremehkan volatilitas situasi di Afghanistan setelah jatuhnya Taliban tahun 2001 dan belum mengirimkan pasukan dalam jumlah yang cukup.


Komentar Gates adalah indikasi terbaru bahwa besaran penarikan, jika bukan tenggat waktunya sendiri, adalah subyek debat internal yang menegangkan ketika kampanye NATO melawan Taliban berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.


Wakil Presiden Joe Biden, yang merasa skeptis terhadap pembangunan militer AS di Afghanistan, dikutip memberitahu penulis Jonathan Alter baru-baru ini bahwa, "Di bulan Juli 2011, kau akan melihat begitu banyak orang keluar. Saya berani bertaruh."


Gates mengatakan belum mendengar komentar Biden secara pribadi jadi tidak akan menganggapnya serius.


"Laju dan jumlah penarikan akan berdasarkan sejumlah persyaratan," ujarnya.


Dia mengatakan ada kesepakatan bersama bahwa persyaratan itu akan ditentukan oleh komandan AS, Jenderal Stanley McChrystal, perwakilan senior NATO di Kabul dan pemerintahan Afghan.


McChrystal mengatakan bahwa meskipun kampanye utama di Kandahar berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, akan jelas pada bulan Desember apakah tindakan tersebut dan strategi kontrapemberontakannya berhasil.


Gates mengeluhkan adanya "ketergesaan untuk menilai yang mengabaikan fakta bahwa kita masih membetulkan letak semua komponen dan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk mengerjakannya."


Tapi, anggota dewan dari ketua partai menyuarakan kekhawatirannya tentang situasi di Afghan.


Diane Feinsterin, ketua Komite Intelijen Senat, mengatakan bahwa 40% dari negara itu dikendalikan oleh Taliban, dan konfliknya menyebar dengan kelompok-kelompok perlawanan menyatukan kekuatan dan berbagi pengetahuan mereka.


"Ada satu kebenaran yang tidak dapat dibantah: Taliban mengalami kemajuan," ujarnya.


"Jika kau kehilangan Afghanistan, Pakistan adalah langkah selanjutnya. Itu akan buruk karena Pakistan adalah negara nuklir." (suaramedia)