23 Jun 2010

Amerika-Israel Terlibat Aksi Ledakan di Turki

ImageKoran As-Safir cetakan Lebanon, Rabu (23/6) menulis, "Para pejabat Turki meyakini bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terlibat dalam sejumlah ledakan di negara itu."
Sebagaimana dilaporkan IRNA, koran As-Safir menyinggung keputusan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) untuk mengakhiri gencatan senjata dengan pemerintah Turki mulai Juni 2010. Ditambahkannya, para pejabat Ankara menilai pihak-pihak asing bertanggung jawab dalam masalah itu dan meyakini bahwa Washington dan Tel Aviv terlibat dalam meningkatkan operasi-operasi pemberontak Kurdi.


Intervensi itu bertujuan memperlemah Turki dan menghadapi peningkatan peran regional negara itu. Saat ini, PKK mulai meningkatkan tekanannya terhadap Ankara dan merealisasikan ancaman-ancaman yang dilontarkan sebelumnya.


Pemberontak Kurdi setelah menyerang pangkalan angkatan laut Turki, Iskenderun pada 31 Mei lalu, kini mulai meningkatkan serangannya dan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Turki di berbagai penjuru negeri itu.


Berdasarkan laporan ini, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menyerukan kesabaran dan perang melawan teroris. Ditegaskannya, Turki tidak akan tunduk pada kekerasan dan pemberontak Kurdi kini terperosok dalam sebuah lubang dan tidak ada jalan untuk lari.


Seraya menuding propaganda media-media Barat, Erdogan menandaskan, aksi itu hanya menguntungkan teroris. Dikatakannya, fenomena teroris hanya membawa kemiskinan dan pertumpahan darah bagi warga di tenggara Turki.


Ia juga mengkritik pemimpin kelompok-kelompok oposisi yang meminta pemberlakuan keadaan darurat di Turki dan mempercepat pemilu.


Masih menurut As-Safir, para pengamat politik meyakini bahwa Washington memanfaatkan masalah tersebut untuk menodong Ankara sehingga Turki tidak lagi merapat ke Iran dan menentang Israel. (IRIB/RM/MF)