Pemimpin Libya Koloner Moammar khadafi pada Kamis (24/2/2011), menyerukan kepada para pendukungnya untuk merampas senjata dari para pendemo anti pemerintah yang mengusai sejumblah wilayah di negara tersebut.
"Konstitusi sangat jelas: ambil senjata dari mereka," kata Moammar Khadafy, yang berbicara melalui telepon kepada televisi Libya. "Saya hanya mempunyai kewenangan moral," kata Gaddafi, yang seperti biasanya berusaha tampil sebagai pemimpin revolusi rakyat, bukan kepala negara eksekutif.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan, Kamis, pemerintah Libya menganggap wartawan asing yang memasuki negara itu tanpa izin sebagai "kaki tangan Al-Qaeda".
"Dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat tinggi pemerintah Libya, diplomat AS diberitahu bahwa beberapa personel CNN, BBC Arabic dan Al-Arabiya akan diizinkan memasuki negara itu untuk meliput situasi saat ini," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
"Para pejabat senior ini juga mengatakan, sejumlah wartawan memasuki negara itu secara ilegal dan pemerintah Libya kini menganggap wartawan-wartawan ini sebagai kaki tangan Al-Qaeda," katanya.
Kementerian itu menambahkan, pemerintah Libya tidak bertanggung jawab atas keselamatan wartawan-wartawan itu -- yang berisiko "segera ditangkap" -- dan mendesak mereka bergabung dengan tim yang diizinkan.
Sejumlah wartawan asing memasuki Libya dari Mesir sejak pasukan yang setia pada Khadafy meninggalkan sebagian besar daerah timur negara itu dan penentang pemerintahnya menguasai kota-kota di timur.
Moammar Khadafy (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Aktivis pro-demokrasi di sejumlah negara Arab, termasuk Libya, terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir yang berhasil menumbangkan pemerintah yang telah berkuasa puluhan tahun.
kompas