Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan para diktator di Timur Tengah dan Afrika Utara menggunakan senjata buatan AS untuk membantai warga sipil di negara mereka.
Sebagaimana dikutip kantor berita Fars, Ahmadinejad kemarin (Senin, 28/2) menyatakan, "Kini, diktator-diktator di kawasan menggunakan senjata yang mereka beli dari Amerika Serikat dan sekutunya untuk membunuh rakyatnya sendiri".
Presiden Iran itu menambahkan, "Kini, pihak-pihak yang menciptakan kediktatoran di dunia, bukannya bertanggung jawab atas kesalahan mereka selama ini, tapi justru mengklaim sebagai pendukung demokrasi dan rakyat".
Presiden Ahmadinejad menegaskan pernyataan tersebut menyikapi aksi brutal penguasa Libya Muammar Gaddafi, yang memerintah negara selama hampir 42 tahun dan memerintahkan pasukannya untuk menembak para demonstran pro-demokrasi yang menuntut penggulingan rezim diktator Gaddafi.
Lebih lanjut Ahmadinejad menyatakan, "Para diktator, yang membantai rakyatnya sekarang ini, bahkan tidak mampu memproduksi perangkat sederhana karena itu mereka lantas menggunakan senjata-senjata yang dibeli dari Amerika Serikat dan sekutunya untuk membunuh rakyatnya sendiri".
Presiden Iran itu menekankan, "AS dan sekutunya harus bertanggung jawab atas kediktatoran yang mereka paksakan terhadap rakyat negara-negara tersebut selama 30 sampai 40 tahun terakhir".
Sabtu lalu (26/2), Juru Bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran Ramin Mehmanparast menegaskan dukungan Tehran terhadap gerakan rakyat Libya dan menyatakan kesiapan Republik Islam untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke negara itu.
Dua ribu orang telah dilaporkan tewas akibat aksi kekerasan aparat keamanan Libya dalam memberangus gerakan rakyat menentang rezim diktator Gaddafi.