30 Apr 2014

Milisi Pro-Rusia Serang Gedung-Gedung Pemerintah Ukraina

Image-7527

Milisi Pro-Rusia Serang Gedung-Gedung Pemerintah Ukraina. Kekerasan baru pecah di bagian timur Ukraina Selasa ketika ribuan pengunjuk rasa pro Rusia menyerbu gedung-gedung penting, memperdalam krisis di negara itu setelah Moskow menyerang balik sanksi-snaksi Barat bergaya "Tirai Besi".

Para pengunjuk rasa yang dipelopori oleh sekitar 30 pria bersenjata serbu Kalashnikov dan peluncur granat menyerang markas kepolisian regional di kota Lugansk, di bagian timur Ukraina, menaikkan suhu bertambah panas dalam konfrontasi Timur-Barat yang terburuk sejak Perang Dunia.

Mereka sebelumnya menguasai kantor kejaksaan regional, merobek bendera Ukraina dan menggantinya dengan bendera Rusia, yang dipersalahkan oleh Barat karena memanas-manasi kekisruhan di negara bekas Republik Soviet.

Sejumlah kota di bagian timur sekarang jatuh ke tangan para militan pro Rusia, yang memandang para pemimpin dukungan Barat di Kiev "fasis" yang tidak sah dan menginginkan kemerdekaan atau akses yang sama sekali palsu kepada Rusia.

"Kami tidak menginginkan junta Nazi ini yang telah merebut kekuasaan di Kiev. Kami menginkan anak-anak dan cucu-cucu kami tumbuh di Rusia," kata seorang mantan insinyur kepada kantor berita AFP ketika dia mensurvei kekerasan di Lugansk.

Sementara polisi gagal meredam kekerasan dan di beberapa kasus hanya berjaga-jaga, Presiden sementara Ukraina Oleksandr Turchynov menyesalkan apa yang dia sebut "mereka diam saja" dan "melakukan pengkhianatan".

Setelah beberapa jam di bawah pengepungan, polisi di Lugansk meninggalkan markas dan senjata mereka kepada para pengunjuk rasa pro Rusia Selasa malam. Para perwira, yang telah gagal berusaha memadamkan aksi pemerotes dengan granat dan gas air mata, meninggalkan gedung tak bersenjata setelah berjam-jam bernegosiasi mengenai nasib senjata mereka.

"Mereka belum matang, mereka berjumlah 18 dan merasa ketakutan," kata seorang pria bersenjata yang menolak memberikan namanya kepada kantor berita AFP.

"Kami di sini melindungi orang-orang," katanya memegang senjata Kalashnikov. "Kami tidak akan pernah menjadi orang pertama yang menembak."

Kekisruhan paling akhir itu menyusul peristiwa-peristiwa mencekam Senin di Donetsk, tempat para perman pro Rusia yang bersenjata alat-alat pemukul basebll, pisau dan kembang api menyerang unjuk rasa pro Ukraina. Persitiwa itu mencederai sejumlah orang.

Artikel Terkait

- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Milisi Pro-Rusia Serang Gedung-Gedung Pemerintah Ukraina Deskripsi: Milisi Pro-Rusia Serang Gedung-Gedung Pemerintah Ukraina . Kekerasan baru pecah di bagian timur Ukraina Selasa ketika ribuan pengunjuk rasa... Rating: 4.5
◄ Newer Post Older Post ►