5 Feb 2011

Dunia Arab Tidak Menentu , Israel Gelar Latihan Perang

ImageIsrael menggelar latihan perang Militer besar-besaran di Dataran Tinggi Golan yang dikuasainya dari Suriah. Manuver militer yang dimulai pada hari Rabu itu melibatkan ribuan tentara militer dan ratusan tank serta helikopter dan pesawat tanpa awak.


Latihan perang ini digelar di tengah eskalasi politik di Timur-tengah yang tidak menentu, ditandai dengan terjungkalnya rezim Ben Ali dari kursi presiden Tunisia, disusul protes rakyat Mesir yang anti-rezim Mubarak yang Semakin Brutal.


Sebagai sekutu utama Israel, Rezim Mubarak telah banyak membantu dalam memblokade Rakyat Palestin di jalur Gaza yang dihuni sekitar 1,5 juta warga Palestina sejak bulan Juni 2007 silam.


Sebelumnya Kepala Bidang Politik dan Keamanan Departemen Pertahanan Israel, Amos Gilad mengingatkan kemungkinan besar Ikhwanul Muslimin akan mengambil alih kekuasaan di Mesir, "Naiknya Ikhwanul Muslimin di Mesir akan merusak perimbangan politik di Timur Tengah,"tegas Amos, sebagaimana dikutip Palestine Today.


Dua hari lalu, Kementerian Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dan mengakui bahwa pasukan keamanan Mesir telah menahan seorang agen Israel dalam bentrokan hari Kamis lalu. Pada hari itu terjadi bentrokan besar antara warga yang pro dan kontra rezim Mubarok di Mesir.


Berbagai sumber pemberitaan banyak melaporkan masuknya agen-agen Israel di tengah-tengah para demonstran. Bahkan disebutkan, mereka mengorganisir aksi penyerangan ke Museum Nasional Mesir pada hari pertama bentrokan di Bundaran Tahrir, Kairo.


Protes rakyat Mesir yang telah memasuki hari ke-11 bersamaan dengan demonstrasi anti-pemerintah di Yaman dan Yordania.


irib.ir