Menteri Pertahanan Republik Islam Iran, Ahmad Vahidi mengatakan, Amerika Serikat (AS) berupaya menyudutkan Rusia dengan menimbulkan friksi di kawasan dan mengacaukan hubungan antar-negara.
Menyikapi statemen Menteri Pertahanan AS, Robert Gates yang menuding Iran mampu menembakkan puluhan bahkan ratusan rudal ke Eropa, Vahidi menandaskan, kemampuan rudal Iran ditujukan untuk pertahanan terhadap aksi militer asing dan bukan sebagai ancaman bagi negara lain.
Ia menambahkan, AS gencar melakukan propaganda guna mengembangkan pengaruhnya di Eropa dan menyudutkan Rusia serta mencari dalih untuk tidak menghancurkan persenjataan nuklirnya di kawasan.
Vahidi saat menyikapi pernyataan Gates yang menyebut sikap Rusia terhadap Iran adalah sikap berkepribadian ganda mengatakan, dengan melecehkan Rusia, AS berusaha menciptakan friksi di kawasan dan merusak hubungan yang terjalin di antara negara kawasan. Dengan demikian menurut Vahidi, Washington dengan bebas dapat menampilkan citra yang buruk Moskow bagi negara kawasan.
Menteri Pertahanan Iran, mengingatkan, dahulunya AS tetap bersikeras menyerang Irak meski sejumlah negara Eropa menentang langkah sepihak Washington ini. Tak hanya itu, AS juga membagi Eropa dengan Eropa tua dan muda. Dan kini Gedung Putih tengah menggalakkan strategi tersebut.
Vahidi menilai dasar kebijakan AS sepenuhnya lugu dan dangkal. Di antara kebijakan tersebut adalah melanggar janji, menebar friksi, menciptakan krisis dan arogansi militer. Dikatakannya, kebijakan ini hanya menambah kebencian dunia terhadap AS dan melemahkan Washington.
Dalam kesempatan tersebut, Vahidi meminta Rusia untuk tidak terlibat dalam perang syaraf dan tipuan AS. Ditandaskannya, pengalaman membuktikan bahwa AS tidak mengharapkan perdamaian, keamanan serta tidak menghormati kepentingan bangsa lain. Menurut Menhan Iran, AS tak segan-segan mengorbankan negara lain demi kepentingan ilegalnya termasuk sekutu dekatnya sendiri.
Menyikapi langkah AS yang menentang sikap Brazil dan Turki dalam Deklarasi Tehran dan sanksi terhadap Iran, Vahidi menyebutnya sebagai bukti nyata kemunafikan AS.(irib)