3 Mar 2011

Gaddafi dan AS Buat Kesepakatan Rahasia

ImageSebuah Koran al-Watan cetakan Suriah edisi Kamis (3/3) menulis, penguasa diktator Libya, Muammar Gaddafi dalam perundingan rahasianya dengan Amerika Serikat sepakat tidak akan mencampuri invasi Washington dengan syarat Gedung Putih membantu pelariannya beserta keluarga.



Menurut laporan Mehr News, Koran al-Watan hari ini di sebuah artikelnya bertajuk "Intervensi AS di Libya Mulai ke arah Militer" menulis, kami memiliki data tujuan AS memblokir Libya yang tidak dimiliki pihak lain. Semua pihak mengetahui bahwa intervensi militer AS tidak berkaitan dengan keinginan Washington memperbaikai kehidupan rakyat Libya atau persatuan serta kedaulatan negara ini.


Menurut sumber ini, sejumlah berita menyebutkan perundingan rahasia atau lebih tepatnya perundingan damai antara Gaddafi dan Gedung Putih dilakukan untuk mempersiapkan pelarian diktator Libya bersama keluarganya.


Koran al-Watan menandaskan, jika intervensi militer AS di Libya berhasil maka nasib negara ini tak ubahnya seperti Irak. Dan jika ambisi busuk Amerika ini berhasil maka rakyat Libya akan semakin tersiksa. Selain itu, kesepakatan ini jika sukses sama halnya dengan berakhirnya kekuasaan Gaddafi untuk selamanya. "Kita berharap semoga berita penjajahan AS terhadap Libya tidak benar," tulis al-Watan.


Koran cetakan Suriah ini menambahkan, masuknya AS ke wilayah Libya berarti masuknya seluruh faktor kerusakan dan instabilitas ke negara ini. Tak hanya itu, Libya bakal menjadi pangkalan baru AS untuk menindas Arab. Amerika datang ke Libya dengan maksud melindungi kepentingan minyaknya dan menjaga keamanan Rezim Zionis Israel.


Sumber ini menekankan, rakyat Libya mengetahui ambisi AS dan memahami dengan benar niat tak tulus Washington, oleh karena itu mereka secara tegas menentang segala bentuk intervensi Gedung Putih dalam urusan internal Tripoli. Dalam hal ini rakyat Libya akan berjuang sekuat tenaga untuk menentang ambisi busuk Amerika ini. (IRIB/al-Watan/MF/AR)