Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menekankan, "Persaudaraan dan hubungan dekat di antara bangsa-bangsa pejuang kebebasan memeliki peran mendasar dan konstruktif dalam memperkuat resistensi melawan kekuatan arogan dan mewujudkan tatanan dunia baru".
Sebagaimana diberitakan IRNA, Ahamdinejad, Kamis sore (3/3) dalam pertemuannya di Tehran dengan ketua dan anggota parlemen Bolivia menandaskan, "Ketika kekuatan arogan menentang kehormatan, kemerdekaan, dan kemajuan negara-negara lain, maka sikap saling mendukung di antara negara-negara pejuang kebebasan dan kemerdekaan merupakan nikmat dan karunia yang besar".
Ahmadinejad menambahkan, "Saya yakin Iran dan Bolivia serta negara-negara pejuang kebebasan lainnya di dunia berada dalam satu front dan bersaudara. Masa depan adalah milik kita dan bangsa-bangsa pejuang kebebasan".
Presiden Iran itu menegaskan bahwa hubungan persaudaraan merupakan landasan kokoh persahabatan dan kemajuan negara-negara indepeden. Dijelaskannya, "Kini, seluruh dunia sudah tahu bahwa kekuatan arogan tengah menghadapi banyak masalah dan menuju kehancuran. Mereka tak lagi mampu mengatur dunia. Karena itu, dunia memerlukan tatanan baru berdasarkan keadilan dan cinta. Sementara bagi mereka yang memiliki rasa persaudaraan tentu bakal merasa memikul tanggung jawab yang lebih berat untuk mewujudkan tatanan baru tersebut".
Dalam pertemuan itu, Ketua Parlemen Bolivia Hector Arce mengungkapkan kegembiraanya atas kemajuan dan posisi kuat Republik Islam Iran di kawasan dan dunia. Ia bahkan menganggap kemenangan Iran juga merupakan kemenangan bagi negaranya. Hector menegaskan, "Parlemen Bolivia telah berkomitmen untuk mengerahkan seluruh upayanya dalam mempercepat implementasi kesepakatan bilateral kedua negara".(irib)