Jet-jet tempur rezim Zionis kembali melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1701 dengan melanggar zona udara Lebanon. Untuk kesekian kalinya jet tempur Israel terbang di wilayah Nabatiye, Marjeyoun, Bint Jbeil dan Baqa'a.
Sebelumnya, jet-jet tempur Zionis beberapa hari lalu melanggar zona udara Lebanon dengan memasuki kawasan Hasbaya, Jabal el-Barouk dan Toumat Niha.
Pesawat pengintai Israel juga terbang di atas kawasan ladang Shebaa selama hampir satu jam. Tidak hanya itu, pasukan keamanan Lebanon juga menangkap seorang mata-mata Israel di selatan negara ini.
Militer Lebanon dengan bantuan muqawama dalam setahun terakhir berhasil meringkus lebih dari 100 mata-mata Israel. Sepekan lalu, pengadilan Lebanon mengeksekusi seorang warga negaranya yang terbukti bekerja sebagai agen spionase Israel.
Amin Ibrahim al-Baba yang ditangkap dengan dakwaan sebagai mata-mata Dinas Rahasia Israel (Mossad) setelah diperiksa dan menjalani proses pengadilan di pengadilan militer Lebanon akhirnya dieksekusi.
Eskalasi pelanggaran zona Lebanon oleh Israel dilakukan dari arah darat, laut dan udara. Pelanggaran berulangkali yang dilakukan rezim Zionis atas Lebanon memicu protes luas warga negara ini. Berdasarkan laporan resmi Departemen Luar Negeri Lebanon, rezim Zionis tahun lalu telah melakukan penerbangan lebih dari empat ribu kali di atas wilayah negaranya.
Kementerian Luar negeri Lebanon melayangkan gugatan mengenai aksi spionase rezim Zionis ke PBB. Deplu Lebanon menegaskan, aksi mata-mta rezim Zionis di berbagai wilayah Palestina melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB no.1701.
Beirut mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak tegas menyikapi pelanggaran berulangkali yang dilakukan rezim Zionis atas Lebanon. Namun Dewan Keamanan PBB hingga kini masih pasif menyikapi tuntutan tersebut.
Pelanggaran berulangkali zona udara oleh rezim Zionis dan kelanjutan aksi spionase terhadap Lebanon merupakan aksi terang-terangan terhadap pelanggaran kedaulatan Lebanon dan ketidakperdulian Tel Aviv atas resolusi PBB.
Resolusi Dewan Keamanan PBB terutama no.425 dan 1701 menegaskan urgensi mundurnya rezim Zionis dari wilayah yang didudukinya di Lebanon. Namun Tel Aviv dengan dukungan membabi buta negara-negara Barat dan sikap pasif PBB semakin congkak melakukan aksinya melanggar kedaulatan Lebanon.(IRIB/PH/AR)